22 August 2010

Kenapa tak pernah tau ttg lagu ni sebelum ni...? Syahdu

Krismansyah Rahadi "Chrisye" (1949-2007):

KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA 

Oleh: Taufiq Ismail

 

Tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, "
Bang, saya punya sebuah lagu, Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi
saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka
lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa.

 

Saya tanyakan kapan mesti selesai, dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya
yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya,
berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik
berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye
menginginkan puisi relijius. Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali.
Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga.
Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah.

 

Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik
jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan
telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, " Chris, maaf ya,
macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu.

 

Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat
65 yang berbunyi, A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. "Alyauma nakhtimu
'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu
yaksibuun" saya berhenti. Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut
mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan
bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya tergugah.

 

Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa! Saya hidupkan lagi
pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi
tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan
bisa masuk pas ke dalamnya.

 

Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu
selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.
Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah
selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul
inspirasi lirik tersebut.

 

Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar
menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis
lagi, berkali-kali. Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah,
Chrisye Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:

Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang
karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya.

 

Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar
benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu
itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan
lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis
lagi.

 

Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap
sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika
Tangan dan Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya
dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir
tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan
menceritakan kesulitan saya. "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat
Yasin ayat 65..." kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat
menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali
tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap
saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan
gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila!
Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal
seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri! Butuh kekuatan untuk bisa
menyanyikan lagu itu.

 

Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam
itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak
bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia , saya lalu mengajak
Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan
saya.

 

Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai.
Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak
sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu,
itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang!
Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya
ingin berlari! Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan
lagu yang pernah saya nyanyikan.

 

Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah
pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya
terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan
saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian
mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat
kelak.

 

Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin
Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin
biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan
menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif
dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

* *

Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran
album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser
untuk lagu tersebut.

 

Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya
jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan
Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya
tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan?
Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.

 

Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya,
tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar.
"Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau
Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan
Maha Pengampun ' kan ?" Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga.
Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan
berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun
senang.

* *

Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris
Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk
rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan
adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan
empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album
sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan
pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang
amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga
terbuka lebar baginya. Amin.

 

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Lirik : Taufiq Ismail

Lagu : Chrisye

 

Akan datang hari mulut dikunci

Kata tak ada lagi

Akan tiba masa tak ada suara

Dari mulut kita

Berkata tangan kita

Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita

Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita bila harinya

Tanggung jawab tiba

Rabbana

Tangan kami

Kaki kami

Mulut kami

Mata hati kami

Luruskanlah

Kukuhkanlah

Di jalan cahaya.... sempurna

Mohon karunia

Kepada kami

HambaMu yang hina

 

(Diambil dari artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah
sastra HORISON oleh Taufiq Ismail)

Chrisye Ketika Kaki dan Tangan Berkata

18 August 2010

Daring...

Dah lama tak post gambar Nu'man. Baru ni ada kesempatan pinjam kamera MPP, bawa balik ke rumah. Dapat la snap barang sekeping dua gambar terkini Nu'man. Sekali waktu nak snap gambar, dia buat muka daring la pulak. Nu'man... Nu'man, dah besar rupanya dia. Semoga jadi anak abi yang baik yang mujahid...



12 August 2010

Paksalah Dirimu Demi Ramadhan...

Sekiranya kita terdengar atau terbaca mengenai paksaan, pasti kebanyakan dari kita akan menganggap bahawa paksaan adalah suatu yang tidak disukai lantaran ianya menafikan hak kebebasan seseorang. Begitu juga akan ada orang yang akan mengatakan bahawa tiada paksaan dalam agama, lantas membawakan dalil dari surah al-Baqarah ayat 256. Dikuatkan lagi dengan terdapatnya banyak perbahasan di kalangan ulama berkenaan dengan paksaan atau al-Ikrah di dalam kitab-kitab fiqh mahupun usul al-Fiqh.

Kenyataan di atas kesemuanya adalah benar dan memang tidak dinafikan. Akan tetapi mari kita fikirkan sekali lagi berkenaan dengan paksaan ini dengan cara pemikiran di luar kotak (thingking out from the box).

Satu persoalan boleh kita lontarkan bagi menjadi pencetus kepada pemikiran dari sudut yang berbeza tentang paksaan ini. Apakan Allah menciptakan 'paksaan' atau perasaan 'rasa dipaksa' ini kesemuanya menjurus kepada keburukan ? Atau di sana terdapat juga nilai-nilai kebaikan dalam paksaan ini? Samalah juga dengan beberapa pandangan yang menyatakan bahawa segala kemungkaran yang Allah larang; selain ianya sendiri suatu yang buruk, tetapi terdapat juga kebaikannya bilamana kemungkaran-kemungkaran ini akan dapat menjadikan kita sebagai orang yang lebih banyak bersabar dan berhati-hati dalam setiap tindakan kita. Begitu juga apabila kita mengatakan bahawa setiap bala bencana yang Allah turunkan pasti ada di sana hikmah dan kebaikannya.

Begitulah juga dengan paksaan ini. Suatu paksaan akan dilihat sebagai suatu yang buruk apabila ia dikaitkan dengan perkara-perkara yang negatif seperti paksaan dari seseorang ke atas orang lain agar melakukan suatu yang dilarang oleh Allah. Contoh seperti seseorang yang dipaksa untuk minum arak, membunuh orang lain, dipaksa untuk berbohong dengan perkara yang bukan hak dan lain-lain lagi. Sebaliknya, jika suatu paksaan itu dikaitkan pula dengan kebaikan; berserta beberapa syarat yang perlu dijaga, sudah pasti paksaan itu adalah suatu yang positif. 

Mari kita sama-sama melihat tentang perkara ini dalam konteks bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan seperti yang kita fahami adalah bulan yang penuh dengan barakah, rahmat dan segala macam ganjarannya. Setiap muslim adalah dituntut untuk merebut peluang keemasan ini sebagai bekalan di akhirat kelak. Antara yang dituntut adalah dengan memperbaiki amal ibadat lantas memperbanyakkannya di bulan ini. Bagi mereka yang telah selesai perkara-perkara asas tentang Islam, mungkin ianya suatu yang mudah untuk melakukan ibadat di bulan ini. Tetapi bagaimana dengan mereka yang masih kurang dari segi perkara-perkara asas tentang agama ini? Adakah dengan keadaan mereka yang sedemikian akan membuatkan mereka untuk terus leka dan membiarkan Ramadhan dengan begitu sahaja? Sudah pasti perkara seperti ini tidak sewajarnya berlaku ke atas seorang muslim. Oleh yang demikian, kita sebagai seorang muslim harus memberi kesedaran kepada mereka bahawa mereka perlu memaksa diri mereka sekuat yang mungkin untuk merebut segala peluang ibadah yang ada di dalam bulan Ramadhan. 

Memaksa diri agar dapat mendirikan solat tarawih walaupun ianya mungkin memenatkan. 

Memaksa diri untuk melakukan tilawah sebanyak mungkin walaupun bacaannya kurang sempurna. 

Memaksa diri untuk mengeluarkan infaq biarpun sedikit, walaupun sumber kewangannya adalah terbatas. 

Memaksa diri untuk bangun malam melakukan ibadah sunat walaupun terpaksa membataskan masa rehat dan masa tidur. 

Memaksa diri untuk tidak melakukan perkara-perkara yang lagho, apatah lagi kalau kemungkaran, walaupun semua perkara tersebut adalah perkara yang menyeronokan hati.

Memaksa diri agar berusaha untuk mendekatkan diri dengan Allah, memohon keampunan dariNYA, memohon kekuatan dariNYA untuk beramal soleh, walaupun sebelum ini ianya suatu yang sukar untuk dilakukan.

Persoalannya kini, adakah kita mampu untuk memaksa diri kita bagi tujuan tersebut? Jawapannya adalah ya, kita mampu untuk melakukannya. Ini kerana Allah telah menetapkan bahawa setiap yang perintahkan, pasti mampu untuk dilakukan (al-Baqarah 286). Jika masih lagi merasakan tidak mampu, maka di luar sana banyak lagi faktor yang boleh menjadi pendesak. Jadikan Ramadhan sebagai pendesak dan pemaksa untuk kita melakukan ibadah. Jadikan janji pahala dan dosa, syurga dan neraka sebagai pendesak bagi kita melakukan amal soleh dan meninggalkan amal mungkar. Jadikan orang-orang di sekeliling kita sebagai pihak yang boleh mendesak kita untuk mencapai tujuan tersebut. Jadikan juga suasana kehidupan hari ini; perkara-perkara yang Islamik, untuk mendesak kita menjadi pendokongnya, dan perkara-perkara kemaksiatan dan masalah sosial, untuk mendesak kita agar menjadi ejen yang boleh mengatasi dan mengubahnya kepada kebaikan.

Semua ini tidak mustahil dan boleh dilaksanakan, selagi ianya terikat dengan kaedah-kaedah Islam.

Di dalam al-Quran menyebut agar kita bersegera dalam melakukan kebaikan (Ali Imran 114, 133, al-Anbiya 90, al-Mukminun 61). Dan begitu juga di dalam hadis terdapat saranan untuk kita bersegera / mubadarah untuk melakukan amal kebaikan (sahih Muslim 328, 7584, 7585). Jika diteliti arahan untuk 'bersegera' ini, kita dapati terdapat di sana unsur-unsur paksaan; iaitu paksaan ke arah kebaikan. Seolah-olah apabila kita meminta seseorang untuk segera melakukan sesuatu, bererti kita memaksa (bukan dengan kekerasan dan bukan untuk tujuan keburukan) untuk dia melakukannya dengan pantas berdasarkan kemampuannya.

Kesimpulannya, selagi mana paksaan yang dilakukan itu adalah untuk kebaikan, dan terikat dengan batas-batas Islam (iaitu dengan tidak melibatkan unsur ghuluw / melampaui batas), maka kita harus untuk memaksa diri kita atau orang lain agar dapat dan terus melakukan segala yang telah diperintahkan oleh Allah.

Jadi untuk akhirnya, bersempena dengan Ramadhan yang mulia ini, marilah kita sama-sama berusaha dan memaksa diri kita ke tahap paling tinggi agar kita dapat merebut segala peluang ganjaran yang Allah tawarkan kepada kita sebagai bekalan di akhirat kelak.

Sesungguhnya Allahlah yang maha mengetahui akan segalanya.

03 August 2010

Kenangan...

Ini adalah batch pertama Kolej Jaipetra (kini Jaiputra). Gambar ni diambil sebagai koleksi pelajar dan juga kolej sendiri. Daripada ramai-ramai yang ada dalam gambar ni, hanya beberapa orang sahaja yang masih 'maintain'. Harap sangat kalau boleh kembali bersama, mem'varnish' semula ikatan ukhuwwah yang telah terbina....


p/s - kat mana korang semua la ni..?

29 July 2010

Posting via Ubuntu 10.04

Assalamualaikum

Rasanya dah lama aku tak posting dalam blog ni menggunakan Ubuntu. Selalunya aku guna pc lain untuk kerja dan juga untuk melayari internet. PC aku yang satu lagi ni,  yang menggunakan Ubuntu as operating system, aku akan guna bila nak update sahaja. Cuma kali ni tetiba terlintas nak post dalam blog tentang ubuntu, seperti yang sebelum-sebelum ni.

Sekarang ni, pc (yang aku tengah gunakan ni) ni menggunakan Ubuntu 10.04 LTS - Lucid Lynx. Setakat guna os ni, takde masalah yang timbul. So far so good. Tambah pulak, bila mengikuti perkembangan sumber terbuka ni, terutama ubuntu, memang tengah rancak dengan pelbagai teknologinya yang terkini. Cumanya, aku la ni hanya sekadar boleh godek gitu-gitu je ubuntu ni, takde masa sangat nak bagi tumpuan lebih untuk mendalami ilmu open sources ni. Tapi  dalam peranangan aku, kalau ada rezeki untuk aku beli laptop, memang aku target untuk install ubuntu dalam laptop tu, sambil promosi ubuntu dan sistem terbuka ni dalam masyarakat.

So untuk yang baca blog tak seberapa aku ni, aku kongsikan wallpaper desktop ubuntu aku, Ubuntu 10.04. Jumpa lagi....


28 July 2010

KONSISten

6 Hak Muslim Ke Atas Muslim Yang Lain

Bahan kuliah maghrib di asrama siswa semalam (26/7/2010) adalah hadis sahih di petik dalam kitab Bulugh al-Maram :

Daripada Abu Hurairah r.a telah berkata, bahawasanya Rasulullah sallahualaihiwasalam telah bersabda: "Hak muslim ke atas muslim (yang lain) enam perkara;
1) apabila kamu bertemu dengannya, maka berilah ucapan salam kepadanya,
2) apabila dia menjemput kamu, maka (berikan) jawapan (respond) atas jemputannya,
3) jika dia meminta nasihat dari kamu, maka nasihatilah dia,
4) jika dia bersin, jawab dan doakan (kesejahteraan) padanya,
5) jika dia sedang sakit, maka ziarahilah dia
6) jika dia meninggal dunia, maka iringilah (jenazahnya) ke perkuburan"

Sama-samalah kita mengambil faedah dari hadis ini.

20 July 2010

Hamba yang mendapat rahmat Allah (عباد الرحمن)

Hasil dari daurah pada minggu lepas, berikut adalah ciri-ciri seorang manusia yang mendapat rahmat dari Allah swt (al-Furqan 61-77):

1- Bersifat tawadhu' dan merendah diri
2- Bersifat pemurah dan lembut hati
3- Sentiasa mendirikan solat malam (qiamullail)
4- Sangat takut dengan ancaman dan bahaya azab neraka
5- Bersederhana dalam melakukan perbelanjaan
6- Tetap dengan ikatan tauhid dan beristiqamah dengannya
7- Tidak melakukan pembunuhan dengan cara memuliakan kehidupan
8- Menjauhi perbuatan zina, melakukan taubat dan seterusnya beramal soleh
9- Tidak melakukan sumpah palsu
10- Meninggalkan perbuatan sia-sia dan lagho
11- Tidak mengendahkan peringatan dari ayat-ayat Allah apabila diperingatkan dengannya
12- Mendoakan kebaikan bagi isteri dan anak serta keluarga

Jadi, marilah kita bersama-sama berusaha agar kita dapat memenuhi ciri-ciri ini, dan seterusnya tergolong dari kalangan IBADURRAHMAN

14 July 2010

Lama membisu....

Entah kenapa, setelah hati ini ditolak-tolak untuk mencatatkan sesuatu dalam blog ni, baru hari ini dan saat ini, hati tergerak untuk menulis dan seterusnya menjana tenaga-tenaga di jari jemari untuk menaip sesuatu. Kenapa? dan kenapa? Aku sendiri pun tidak tahu mengapa.....

Tetapi apa yang pasti, sepanjang kebisuan blog ini, banyak perkara-perkara yang telah berlaku di sekeliling aku. Perkara penting, perkara peribadi, peringatan, lontaran pemikiran, keinginan untuk berkongsi... semuanya telah bermain dalam pemikiran. Cumanya semua perkara tersebut tidak dapat dicoretkan di dalam blog ini. Kenapa? dan kenapa? Aku sendiri pun tak tahu mengapa...

Pelancaran IKRAM, isu-isu kemasyarakatan, isu-isu politik, santapan fikri dan aqli, kehidupan sehari-hari.... terlalu banyak yang telah berlaku, dan ingin dikongsikan bersama. Tetapi tidak juga terkongsikan. Kenapa, dan kenapa? Aku pun tak tahu mengapa...

Harapnya, blog aku yang tak seberapa ni dapat diteruskan. Walaupun update nya tidak seberapa, dan walaupun pembacanya pun, entah berapa, aku harap masih boleh berkongsikan sesuatu dalam blog ini. Aku harap juga, dengan tidak sebarapanya blog ini, aku masih boleh mendapat ganjaran pahala lantaran faedah-faedah yang boleh dikutip daripadanya, walaupun sedikit. 

Doakan aku terus kuat untuk berblog...!!! 

Bersegeralah melakukan amal soleh

عن أبي هريرة رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " بادروا بالأعمال الصالحة، فستكون فتن كقطع الليل المظلم، يصبح مؤمنا ويمسي كافرا ويمسي مؤمنا ويصبح كافرا، يبيع دينه بغرض من الدنيا " رواه المسلم

Daripada Abi Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah saw telah bersabda: " Bersegeralah kamu (beramal) dengan amal-amal soleh, akan terjadi fitnah (masa akan datang) seperti sebahagian malam yang gelap gelita, pada waktu pagi (seseorang itu) sebagai mukmin, pada petangnya menjadi kafir, pada petangnya mukmin, pada paginya menjadi kafir, (orang akan) menjualnya agamanya dengan harta dunia " Riwayat dari Imam Muslim 

+ + Sama² kita renungkan.... + +

26 May 2010

Ziarah masjid...

Alhamdulillah, sempena minggu all-out bahagian pemasaran kolej, aku dan Pak Rijal telah berjaya menziarahi hampir 80 buah masjid yang ada di Kelantan. Jumlah ini belum lagi di tambah dengan jumlah masjid yang telah dilawati oleh team Ust. Muhammad dan En. Wan Azahar. Harapnya, kalau setiap masjid dapat tarik seorang pelajar untuk belajar di kolej, alhamdulillah dah cukup baik. Tolong doakan kami semua...!

Berikut adalah senarai masjid yang telah dilawati:


23/5/2010

1- Masjid Hj. Ali Kutan, Wakaf Bharu, KB
2- Masjid Padang Embun, Tendong, Pasir Mas
3- Masjid Muhammadiah, Kubang Sepat, Pasir Mas
4- Masjid Kasar, Pasir Mas
5- Masjid Bandar Pasir Mas, Pasir Mas
6- Masjid Daudi, Kuala Lemal, Pasir Mas
7- Masjid Kuala Kelar, Pasir Mas
8- Masjid Mahmudiah, Mukim Kangkong, Pasir Mas
9- Masjid Beting Pauhm, Chetok, Pasir Mas
10- Masjid al-Mahabbah, Mukim Jabo, Chetok, Pasir Mas
11- Masjid Kg. Paloh, Bukit Panau, Tanah Merah
12- Masjid Mukim Pasir Ganda, Kg. Paloh, Tanah Merah
13- Masjid al-Ihsan, Kg. Salak, Tanah Merah
14- Masjid Ismail Petra, Tanah Merah
15- Masjid Saidina Osman, Mukim Tepi Sungai, Tanah Merah
16- Masjid al-Ubudiah, Labok, Machang
17- Masjid Mukim Ketereh, Ketereh
18- Masjid Mukim Belukar, Kadok, Kota Bharu
19- Masjid Mukim Kedai Mulong, Kota Bharu
20- Masjid al-Tarbiyyah al-Islamiyyah, Wakaf Che Yeh, Kota Bharu
21- Masjid Telipot, Kota Bharu

24/5/2010

22- Masjid al-Solihi al-Dali, Mukim Dal, Badang, Kota Bharu
23- Masjid Balaghul Mubin, Tok Saadang, Pangkalan Chepa, Kota Bharu
24- Masjid Taman Sri, Pangkala Chepa, Kota Bharu
25- Masjid Mukim Kemumun, Sabak, Kota Bharu
26- Masjid al-Ahmadi, Mukim Tebing Tinggi, Kemumun, Kota Bharu
27- Masjid Mukim Kemumun, Pangkalan Chepa, Kota Bharu
28- Masjid Cikgu Hj. Daud, Panchor, Kota Bharu
29- Masjid Mukim Panji, Kota Bharu
30- Masjid al-Mukmin, Panji, Kota Bharu
31- Masjid Mukim Pauh Panji, Kota Bharu
32- Masjid al-Hassan, Kg, Cherang, Panji, Kota Bharu
33- Masjid al-Muttaqin, Lundang, Kota Bharu
34- Masjid al-Raudhah, Lundang, Kota Bharu
35- Masjid Mukim Lundang, Kota Bharu
36- Masjid Bunut Payong, Kota Bharu
37- Masjid Kg. Sireh, Kota Bharu
38- Masjid Mukim Pintu Geng, Kota Bharu
39- Masjid Kg. Kota, Kota Bharu
40- Masjid al-Ridha, Kota Bharu
41- Masjid Sultan Ismail Petra, Kota Bharu
42- Masjid al-Aminin, Kg. Kijang, Mukim Banggol, Kota Bharu
43- Masjid Kg. Semut Api, PCB, Kota Bharu
44- Masjid al-Nur, Badang, Mukim Kijang, Kota Bharu
45- Masjid al-Munir, Badang, Mukim Kijang, Kota Bharu

25/5/2010

46- Masjid Saadatul Ikhwan, Kg. Penambang, Kota Bharu
47- Masjid Nurul Iman, Kg. Belukar, Pendek, Kota Bharu
48- Surau Tok Wan Haru, Kg. Belukar, Pendek, Kota Bharu
49- Masjid Mukim Paya, Dewan Beta, Kota Bharu
50- Masjid Mukim Lundang Paka, Dewan Beta, Kota Bharu
51- Masjid al-Sobirin, Mukim Ketereh, Kota Bharu
52- Masjid Mukim Padang Tengah Badak, Ketereh, Kota Bharu
53- Masjid Taqwa, Tmn. Binjai Manis, Ketereh, Kota Bharu
54- Masjid Mukim Kemubu, Kota Bharu
55- Masjid Mukim Laha, Pulai Chondong, Kota Bharu
56- Masjid Mukim Bagan, Pulai Chondong, Kota Bharu
57- Masjid Tok Kerawat, Pulai Chondong, Kota Bharu
58- Masjid Kg. Belukar, Machang
59- Masjid Mukim Pulai Chondong, Kota Bharu
60- Masjid al-Rahim, Mukim Sokor, Kok Lanas, Kota Bharu
61- Masjid al-Saadiah, Bukit Bidang, Selising, Pasir Puteh
62- Masjid Mukim Selising, Pasir Puteh
63- Masjid Hasani, Wakaf Bunut, Pasir Puteh
64- Masjid Kg. Tualang Rendah Bharu, Pasir Puteh
65- Masjid Mukim Keting, Gunong, Bachok
66- Masjid I'tisom, Mukim Bukit Kecil, Gunong, Bachok
67- Masjid Mukim Tepus, Gunong, Bachok
68- Masjid Mukim Pauh Lima, Badak Mati, Gunong, Bachok
69- Masjid Bukit Marak, Binjai, Kota Bharu
70- Masjid Permai, Tmn. Bongor, Binjai, Kota Bharu
71- Masjid Mukim Binjai, Kota Bharu
72- Masjid Mukim Kota Jembal, Kota Bharu
73- Masjid al-Salam, Pangkalan Chepa, Kota Bharu
74- Masjid Cabang Tiga, Pangkalan Chepa, Kota Bharu
75- Masjid Mas Omar, Tmn. Zasna, Badang, Kota Bharu

10 May 2010

Letih, tapi berbaloi-baloi

Minggu lepas adalah antara minggu yang agak meletihkan.

Pertama kerana minggu lepas telah diadakan program mukhayam bagi seluruh pelajar Jaiputra di Pusat Pendidikan Balaghuh Mubin, Kg, Chenok, Tok Uban, Tanah Merah, Kelantan. Bermula dari hari Rabu petang sehingga pagi Jumaat.

Kedua ialah perjalanan dari KB ke KL pada sebelah petang hari Jumaat yang sama dengan hari akhir mukhayyam. Tak sempat nak berehat secukupnya, petang terpaksa pula drive ke KL. Mujur ada co-driver dan menggunakan kereta Honda Civic (syukran pada Kak Fidz dan husband!), alhamdulillah.

Sewaktu catatan ni ditulis, kepenatan masih lagi belum hilang....

Minggu depan sekali lagi akan drive ke KL untuk daurah.... sekali lagi akan penat dan letih.

Penat dan letih, tapi insya allah berbaloi-baloi...

26 April 2010

Peluang Pekerjaan Guru

From: Abdul Malik Mohd Isa
Sent: Sunday, April 25, 2010 10:26 AM
To: KB Gurujaiputra
Subject: Permohonan Jawatan Guru dan warden

Assalamualaikum...

Kami dari SMI Al Amin Kemaman memohon jika ada bekas pelajar Jaipetra yang boleh menjadi tenaga pengajar kami. Beliau hendaklah lelaki yang bujang kerna perlu menjadi warden di asrama. Antara ciri-ciri bakal mualim tersebut:

      1. Berkelulusan diploma/ ijazah
      2. Berkhlak terpuji-solah wa musleh-menjauhi sikap berbohong/tidak prasangka
      3. Tegas dan bijak menangani pelajar
      4. Tahu mengendali dan mengajar komputer dan mengemaskini website sekolah
      5. Cekap dan pantas serta akur pada peraturan sekolah
      6. Tidak merokok
      7. Gaji : Diploma RM800 + RM100 + RM100, lunch and dinner provided
      8. Caruman KWSP dam SOCSO
      9. Elaun perubatan: RM200 per year.
      10. Hafazan asrama : RM10 per session

Mohon segera tindakan sebelum berakhir April 2010. Terima kasih.

14 April 2010

Ubuntu 10.04 LTS codename Lucid Lynx - installed

Ni adalah pc aku dengan os Ubuntu 10.04 Lucid Lynx yang telah selamat di installed. Beberapa perubahan yang menarik dan ada beberapa perkara yang perlu dipelajari. Final release adalah pada hujung bulan ni.

07 April 2010

Ubuntu 10.04 LTS codename Lucid Lynx

Baru try tadi guna livecd. Beberapa perubahan dari sudut grafikal,  themes dan perisian-perisian asas. Sesiapa yang berminat, boleh mencubanya ! (dapatkannya secara PERCUMA di laman web rasmi ubuntu)

05 April 2010

Bukit Marak - antara kenangan dan realiti

Kali ni aku nak berkongsi berkenaan dengan Bukit Marak. Kalau ada sesiapa yang mengikuti aku dalam FB, aku ada mention tentang keadaan sebenar bukit ni pada hari ini.

Kenangan

Bukit Marak ni banyak kenangannya sepanjang aku berada di Kolej Jaiputra. Kalau sebagai pelajar dulu, Bukit Marak ni adalah xpdc kedua Cycling Putra yang aku join bagi aktiviti ko-k. Kami telah berbasikal bermula dari Bunut Payung, KB sehinggalah ke Bukit Marak, atas lagi dari kawasan Binjai (tak ingat nama kawasan tu excactly). Xpdc yang diketuai oleh En. Azhar Mohamad (la ni bekerja di SUK Kelantan) telah membawa kami mengenali dan mendapat input tentang lagenda Puteri Sa'adong serta dapat menghayati keindahan alam yang sungguh menenangkan jiwa (walau dalam keletihan). Xpdc ni membawa kami meredah hutan belukar, mendaki batu-batuan yang beraneka rupa dan bentuk, menyusuri denai yang dipagari dengan lalang setinggi semeter lebih serta meninjau kawasan pertanian dan kampung dari kedudukan di puncak bukit. Itulah semua kenangan sebagai pelajar, dan juga sebagai pengajar (2007) dengan maksud maksud ingin berkongsi dengan mereka apa yang telah aku (kami) lalui dahulu.



Realiti

Pada hari, keadaan Bukit Marak cukup mengejutkan. Masakan tidak, apabila sampai sahaja di kaki bukit, terpampang depan mata betapa kawasan bukit tersebut telah ditarah! Dengan cuaca yang panas, keadaan bukit yang telah ditarah itu menambahkan lagi kepanasa. Dan aku juga makin bertambah panas bila aku perhatikan, bukan setakat di kaki bukit, bahkan sampai ke atas habis pokok ditebang dan tanah diambil dengan rakus. Kali terakhir aku ke bukit ni, ialah pada 27 Mac 2010. Hanya dipisahkan beberapa tahun (2007-2010) telah berlaku perubahan yang amat ketara, sehingga aku berasa seolah-olah bukit tu bukan lagi seperti Bukit Marak yang pernah aku daki dulu. Dan yang aku sukar nak terima apabila aku dapat tahu, kegondolan kawasan bukit tu adalah kerja sebuah syarikat, Zinie Enterprise, Pembekal Tanah Tambun, Bukit Marak (maklumat ni aku dapat bila ada sebuah pajero perhatikan kami sewaktu kami buat survey di kaki bukit). Memang kaw-kaw mereka mengorek tanah kawasan bukit ni. Sampai satu peringkat, aku rasa macam nak buat aduan je kat Karam Singh Waliah dalam rancangan Aduan Rakyat. Cerita banyak tak guna, tengah je la gambar-gambar ni....




p/s: kepada x-KJ yang pernah ke Bukit Marak, apa yang korang rasa? Dan nak buat macamana ni..?